Masakan Daerah Kamboja dan Thailand – Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan kuliner yang luar biasa. Namun, masyarakat Indonesia juga terbuka terhadap kuliner internasional, khususnya dari negara-negara Asia Tenggara seperti Kamboja dan Thailand. Kedua negara ini memiliki beragam masakan khas daerah yang tidak hanya unik dari segi rasa, tetapi juga mulai banyak dikenal dan disukai oleh masyarakat Indonesia.
Melalui artikel ini, kami akan membahas 15 masakan daerah dari Kamboja dan Thailand yang populer dan telah mendapat tempat di hati pecinta kuliner Tanah Air. Artikel ini juga akan mengupas keunikan tiap hidangan dan mengapa ia bisa begitu diterima di Indonesia – 338SLOT.

Masakan Daerah Kamboja yang Terkenal di Indonesia
Meskipun tidak sepopuler kuliner Thailand, kuliner Kamboja (Khmer cuisine) perlahan tapi pasti mulai dikenal di Indonesia, terutama di kalangan pencinta makanan otentik Asia Tenggara.
1. Amok Trey
Amok Trey adalah ikan kukus dengan bumbu kari santan, dibungkus daun pisang dan dimasak seperti pepes. Tekstur yang lembut dan aroma rempah-rempahnya membuat hidangan ini mirip dengan pepes ikan dari Jawa Barat. Rasanya yang gurih dan tidak terlalu pedas membuatnya cocok di lidah orang Indonesia – Masakan Daerah Kamboja dan Thailand.
2. Bai Sach Chrouk
Artinya adalah nasi dengan daging babi. Makanan khas sarapan di Kamboja ini terdiri dari nasi putih, daging babi panggang, dan acar mentimun, sering disajikan dengan telur goreng. Banyak restoran bergaya fusion di Jakarta dan Bali mulai memasukkan Bai Sach Chrouk sebagai menu alternatif untuk pecinta sarapan Asia.
3. Nom Banh Chok
Sebuah mie khas Kamboja yang terbuat dari mie beras, kuah kari ikan, dan berbagai sayuran segar. Karena bahan dasarnya mirip laksa, Masakan Daerah Kamboja dan Thailand, makanan ini cukup mudah diterima di Indonesia. Banyak komunitas vegetarian juga menyukai versi sayur dari Nom Banh Chok ini.
4. Samlor Korko
Sup khas Kamboja yang mirip seperti sayur lodeh. Terdiri dari sayuran, terong, labu, jagung muda, dan daging atau ikan. Rasanya gurih dengan kuah kental, sangat familiar untuk orang Indonesia yang menyukai sayur bersantan.
5. Cha Houy Teuk
Makanan penutup yang sangat mirip dengan es campur atau puding. Terbuat dari agar-agar, kacang merah, dan santan manis, cocok dinikmati di cuaca panas Indonesia, Masakan Daerah Kamboja dan Thailand. Beberapa kafe Asia di Surabaya dan Bandung mulai menyajikan dessert ini sebagai sajian alternatif ringan.
Masakan Daerah Thailand yang Populer di Indonesia
Berbeda dengan Kamboja, kuliner Thailand sudah sangat dikenal di Indonesia, bahkan menjadi salah satu jenis masakan asing favorit. Berikut lima masakan Thailand yang paling banyak ditemukan di restoran dan rumah makan di Tanah Air – Masakan Daerah Kamboja dan Thailand.
6. Tom Yum Goong
Sup udang dengan cita rasa asam, pedas, dan gurih ini menjadi ikon kuliner Thailand. Tom Yum sangat populer di Indonesia karena rasanya mirip sayur asam namun dengan sentuhan serai dan jeruk purut yang lebih tajam. Banyak restoran Thailand di Jakarta dan Bali menjadikan Tom Yum sebagai menu unggulan.
7. Pad Thai
Mi goreng khas Thailand yang terbuat dari mie beras, telur, tauge, udang, dan saus asam manis. Rasa unik dan penyajian yang simpel membuat Pad Thai digemari, terutama oleh anak muda dan pekerja kantoran, Masakan Daerah Kamboja dan Thailand. Pad Thai juga sering muncul di festival kuliner Asia di Indonesia.
8. Green Curry (Gaeng Keow Wan)
Kari hijau khas Thailand ini terbuat dari santan, cabai hijau, daging ayam atau ikan, dan daun kemangi Thailand. Rasa gurih-pedasnya hampir mirip dengan opor, namun memiliki aroma rempah yang lebih tajam. Banyak chef Indonesia mulai mengadopsi green curry dalam hidangan fusion.
9. Som Tam (Salad Pepaya Muda)
Som Tam adalah salad pedas segar yang terdiri dari pepaya muda parut, kacang tanah, tomat, dan saus ikan dengan jeruk nipis. Makanan ini ringan namun pedas dan menyegarkan, cocok sebagai makanan pembuka atau pelengkap nasi di Indonesia.
10. Khao Pad (Nasi Goreng Thailand)
Nasi goreng khas Thailand ini menggunakan bahan seperti ikan asin, nanas, atau udang, dan dibumbui dengan saus ikan serta air jeruk nipis. Rasanya manis-asam-gurih, dan sudah menjadi menu wajib di banyak restoran Thailand di Indonesia.
Hidangan Campuran dan Adaptasi Thailand-Kamboja di Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, restoran Asia modern di Indonesia juga mulai menyajikan hidangan-hidangan adaptasi dari kedua negara ini, bahkan menggabungkannya dalam satu konsep.
11. Khmer BBQ (BBQ Kamboja)
Khmer BBQ adalah teknik memanggang daging ala Kamboja di atas panci khusus. Di Indonesia, gaya makan ini mulai digemari di restoran grill all-you-can-eat karena mirip dengan gaya Korean BBQ namun dengan bumbu khas Kamboja.
12. Thai Tea dan Khmer Iced Coffee
Minuman khas Thailand seperti Thai Tea (Teh Thailand dengan susu kental manis) sudah sangat terkenal di Indonesia. Tidak kalah menarik, Khmer Iced Coffee, kopi susu dengan rasa khas, mulai banyak ditemukan di kafe bergaya Asia Tenggara.
13. Lok Lak (Daging Tumis Kamboja)
Daging sapi atau ayam yang ditumis dengan saus tiram, bawang putih, dan lada hitam. Makanan ini mirip semur atau beef teriyaki dan sangat disukai karena mudah diolah. Lok Lak sering disajikan dengan nasi dan telur mata sapi, membuatnya populer di restoran bento fusion.
14. Thai Basil Chicken (Pad Kra Pao)
Ayam cincang tumis dengan daun kemangi Thailand dan cabai, menjadi favorit karena perpaduan rasa pedas dan aroma khas kemangi. Di Indonesia, banyak restoran cepat saji menyajikan menu ini karena cocok di lidah lokal.
15. Mango Sticky Rice
Hidangan penutup dari beras ketan, santan, dan irisan mangga segar, menjadi ikon kuliner Thailand yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Tidak sedikit toko dessert dan kafe di kota besar menyajikan Mango Sticky Rice dengan berbagai varian topping kekinian – 15 Masakan Daerah Kamboja dan Thailand yang Terkenal di Indonesia.

Mengapa Masakan Thailand dan Kamboja Diterima di Indonesia?
Ada beberapa alasan utama mengapa kuliner Thailand dan Kamboja bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia:
-
Kemiripan bahan dasar seperti santan, cabai, jahe, dan serai
-
Teknik memasak yang mirip, seperti menumis, mengukus, dan membakar
-
Rasa kompleks yang menyatukan manis, asam, pedas, dan gurih
-
Pengaruh budaya Asia Tenggara yang saling bersinggungan dan berpadu
Kehadiran restoran Asia, event kuliner internasional, dan konten digital (seperti mukbang atau food review) juga membantu menyebarkan popularitas masakan ini ke berbagai lapisan masyarakat – Masakan Daerah Kamboja dan Thailand.
Masakan daerah dari Kamboja dan Thailand bukan hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga dari segi budaya dan keunikannya. Kini, masyarakat Indonesia bisa dengan mudah menikmati hidangan seperti Amok Trey, Pad Thai, hingga Mango Sticky Rice di berbagai restoran atau bahkan memasaknya sendiri di rumah.
Dengan cita rasa yang akrab namun tetap otentik, kuliner Kamboja dan Thailand akan terus berkembang di Indonesia. Semakin banyak inovasi dan adaptasi lokal membuat hidangan ini mampu menembus pasar yang lebih luas di Tanah Air.